Sekelumit tentang Abu Bakar Ash-Shiddiq (RAdhiAllahu ‘Anhu)


abu bakar as shiddiq5

Iklan

Ridwan Kamil itu Kerja


ridwan kamilDefinisi kerja sekarang berubah dengan cepat dalam kurun 2 tahun ini…

 

Kerja itu identik dengan…

Keluar masuk kemana-mana baik, kampung, pasar, instansi pemerintah, dll…
Menyasar ke got-got dan selokan…
Janji menciptakan produk nasional dan Swasembada serba segala…
Meningkatkan ekonomi kerakyatan…

Walaupun gak ada yang selesai…

 

Atau rajin tampil di media dengan berbagai gaya…
Kadang bisa sangat santai dan cengengesan…
atau kadang marah-marah dengan dengan kata yang sangat keras…

Walaupun sekali lagi… hasil kerja belum lagi kelihatan…
Semuanya masih tetap sama…

 

Dan yang lebih ironi lagi, kini tumbuh fans-fans berat yang lagi-lagi tergila-gila pada retorika dibanding hasil kerja…

 

Saya suka Kota Bandung…
Walikotanya santun…
Hasil kerjanya kelihatan dan nyata tanpa banyak retorika…
Dan yang lebih mangstab lagi…
5 Tahun itu hutang…
Dan kini dia berkata sedang “mencicil perubahan”…

Semoga mau pindah ke Jakarta…
Dan akhirnya Indonesia….

Maukah Kamu Dek?


11025783_10205812898418984_5711643432761845593_nSuami: “Dek… Kamu sudah Sholat Ashar?”

Istri: “Belum Mas…”

Suami: “Loh kenapa? Ini kan sudah masuk waktunya… Adzan sudah dari 10 menit yang lalu Dek…”

Istri: “Nanti Mas… Aku masih capek, kan baru pulang kantor ini… Aku mau tidur sebentar aja…”

Suami: “Yo wis…. Tapi jangan lupa sholat Asharnya… Jangan sampe kelewatan Maghribnya…”

Esoknya Si Suami pergi Dinas Luar, dan baru beberapa jam kemudian ia sampai ke tempat tugasnya. Sang Istri, seperti biasa menunggu teleponnya. Ia terus menunggu, tak ada telepon atau SMS untuknya kali itu, sampai akhirnya ia tak tahan lagi. Ia sangat terganggu dan rasa khawatirnya memuncak. Ia menghubungi sang suami lewat telepon genggamnya. 1 kali… 2 kali… 3 kali… tapi tetap saja tak ada jawaban dari Suaminya. Ia bertambah khawatir.

Setelah beberapa jam Si Suami menelepon Sang Istri.

istri: “Assalamu’alaikum Mas… Kamu gak kenapa-napa kan Sayang?”

Suami: “Wa’alaikumussalam Dek… Alhamdulillah, aku baik-baik saja…”

Istri: “Kamu nyampe disana jam berapa sih?”

Suami: “Kayaknya udah 4 jam-an deh…

Istri: (terkejut) Udah 4 jam?! Kamu koq gak nelpon aku?!

Suami: “Aku agak capek tadi… Terus ketiduran….”

Istri: “(Agak marah) Tapi kamu kan bisa nelpon aku sebentar! Kan cuma perlu berapa menit doang Mas! Kamu gak denger bunyi HP?!”

Suami: “(Santai) Denger sih….”

Istri: “Terus kenapa kamu gak jawab?! Kamu udah gak perhatian lagi…!”

Suami: “(Terdiam) Tapi kemarin kamu juga begitu… Gak perhatian juga… Padahal itu Adzan… Panggilan Allah….

Istri: “(Terdiam kelu, air matanya mulai mengembang dari matanya, lalu jatuh menetes menyusuri pipinya) Maafin aku ya Mas…”

Suami: “Jangan meminta maaf sama aku Dek… Minta maaflah pada Allah….Kamu tahu gak? Aku masih berharap kita berdua, bersama-sama menuju SurgaNya… Maukah kamu Dek?

Ibumu…


momIbumu akan selalu bersamamu. Dia adalah daun-daun berbisik yang selalu menyertai langkahmu. Dia adalah harumnya setiap masakan yang selalu menggugah seleramu, wanginya bunga yang kau petik, aroma dalam kehidupanmu.

Dia bagaikan tangan dingin yang diletakkan di keningmu saat kau demam. Dia adalah hembusan nafasmu saat kau menggigil kedinginan. Dia bagaikan irama hujan yang mengantarmu ke dalam buaian, indahnya pelangi, dia bagaikan pagi di hari raya.

Ibumu akan selalu hidup dalam setiap tawamu, dari dialah tempatmu berasal, rumah pertamamu, dan dialah atlas pertamamu dari setiap langkah yang akan kau jalani.

Dia adalah cinta pertamamu, sahabat pertamamu, bahkan juga mungkin musuh pertamamu, namun itu semua tak akan mampu memisahkanmu dengan dia, tidak juga ruang dan waktu… Dan tidak juga oleh kematian.

Dia Ibumu…

Bahkan (sebenarnya) Mereka itu Hidup, tetapi Kamu Tidak Menyadarinya…


gaza

 

Di Gaza, di antara puing-puing yang berserakan, seorang laki-laki mencari mereka yang selamat, sambil kemudia ia berteriak, “Tak ada yang hidup, mereka semua mati!” sampai beberapa saat kemudian ia menemukan ayat ini dari Quran yang tercabik,

وَلاَ تَقُولُواْ لِمَنْ يُقْتَلُ فِي سَبيلِ اللّهِ أَمْوَاتٌ بَلْ أَحْيَاء وَلَكِن لاَّ تَشْعُرُونَ

“Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya”. QS. 2: 154.

Nasihat Hakim Michael Haas untuk Mereka yang Bercerai (2001)


Anak-anak kalian lahir ke dunia ini sebab keberadaan kalian berdua. Mungkin kalian berdua membuat pilihan yang buruk ketika memutuskan untuk menjadi orang tua yang berbeda. Jika demikian, itu adalah masalah dan kesalahan kalian.

Tidak peduli apa yang kalian pikirkan tentang salah satu dari kalian -atau apa yang keluarga kalian pikirkan tentang salah satu dari kalian, anak ini adalah setengah bagian dari kalian masing-masing. Ingat! Bahwa setiap kali kalian memberitahu pada si anak, betapa “bodoh” ayahnya, atau betapa “bodoh” ibunya, atau seberapa buruk keadaaan karena ketidakhadiran kalian dalam hidup mereka, atau betapa buruknya kalian memperlakukan mereka. Itu sama saja dengan kalian mengatakan bahwa anak kalian adalah anak yang buruk.

Itu adalah hal yang tak dapat terampuni yang terjadi pada hidup seorang anak. Itu bukan cinta. Itu pengekangan. Jika kalian melakukan hal itu kepada anak-anak kalian, maka kalian telah menghancurkan hidup mereka berkeping-berkeping, karena itulah apa yang kalian lakukan terhadap emosi mereka.

Saya sangat berharap bahwa kalian tidak melakukan hal ini kepada anak-anak kalian. Pikirkan tentang anak-anak kalian dan mulai kurangi memikirkan tentang diri kalian sendiri, buat diri kalian ikhlas dalam mencintai, tidak bodoh atau egois, atau anak-anak kalian akan lebih menderita.

Menjadi Perempuan Tercantik di Dunia


Dengan kecantikan yang yang dianugerahkan kepadamu, engkau lebih indah dibandingkan dengan Sang Surya.
Dengan akhlaqmu, engkau lebih harum daripada Kasturi. Dengan kesederhanaanmu, engkau lebih ayu ketimbang Rembulan.
Dengan belas kasihmu, engkau lebih bernilai daripada Hujan.

Jagalah selalu kecantikanmu dengan Iman, ketenteramanmu dengan kebahagiaan, kesucianmu dengan hijab.

Ingatlah, perhiasanmu bukanlah emas, perak ataupun intan permata… Perhiasanmu 2 Rakaat saat Fajar, rasa hausmu ketika berpuasa karena Allah, setiap amalmu secara sembunyi-sembunyi hingga hanya Dia yang tahu, linangan tetes air matamu yang menghapus setiap dosa, sujud panjangmu yang lahir dari rasa berserah diri kepada Allah, rasa malumu di hadapan Allah kala kejahatan menguasaimu.

Kenakanlah selalu pakaian Taqwa, karena kau perempuan tercantik di dunia, meski gaunmu lusuh.

Kenakanlah selalu gamis sedehanamu, karena kau perempuan tercantik di dunia, bahkan jika kau hanya bertelanjang kaki.

Waspadalah pada mereka yang tersihir gemerlapnya dunia, karena mereka kelak bahan bakarnya api neraka.

NN