In Syaa Allah


Kita sering kali berkata “In syaa Allah” namun jarang ada yang mengerti ketika kata In syaa Allah itu diucapkan maka konsekuensinya 99,9% kita harus menepati janji.
Nah, orang Indonesia sering banget melakukan “God Logic Error”, kesalahan berlogika karena beranggapan kalau sudah membawa-bawa nama Tuhan, maka tentu apapun itu tidak bisa membuat orang yang mengucapkannya bisa disalahkan.
Kata In syaa Allah sebenarnya hanya digunakan untuk menyatakan suatu janji yang disertai tekad atau upaya, tetapi mungkin masih ragu akan keberhasilannya, karena semua atas ijin Allah, namun janji itu tetap menekankan sebuah kepastian/keberhasilan, maka kadarnya 99,9% PASTI!
Kesalahan yang banyak dilakukan orang Indonesia dengan kata ini, seolah-olah kita boleh ingkar janji dan tidak perlu meminta maaf karena sudah mengucapkan kata ini.

Padahal, orang yang ingkar janji mempunyai tiga kewajiban. Pertama, melakukan konfirmasi atau pemberitahuan bahwa dia terpaksa tidak bisa menepati janji. Kedua, harus ada alasan yang kuat. Ketiga, tidak mengulangi kesalahannya lagi.

Selain telah membuat orang lain kecewa sebenarnya kita juga telah membuat Allah kecewa karena ketika kita mengucapkan kata itu berarti kita telah melibatkan Allah, dan jika kita tidak menunaikan janji kita maka sama saja kita menganggap Allah yang telah membuat kita tidak bisa memenuhi janji itu. Nah lho!

Semoga saya dan Anda tidak termasuk orang-orang Indonesia… eh salah, tidak termasuk orang yang demikian… :p

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s