Ridwan Kamil itu Kerja


ridwan kamilDefinisi kerja sekarang berubah dengan cepat dalam kurun 2 tahun ini…

 

Kerja itu identik dengan…

Keluar masuk kemana-mana baik, kampung, pasar, instansi pemerintah, dll…
Menyasar ke got-got dan selokan…
Janji menciptakan produk nasional dan Swasembada serba segala…
Meningkatkan ekonomi kerakyatan…

Walaupun gak ada yang selesai…

 

Atau rajin tampil di media dengan berbagai gaya…
Kadang bisa sangat santai dan cengengesan…
atau kadang marah-marah dengan dengan kata yang sangat keras…

Walaupun sekali lagi… hasil kerja belum lagi kelihatan…
Semuanya masih tetap sama…

 

Dan yang lebih ironi lagi, kini tumbuh fans-fans berat yang lagi-lagi tergila-gila pada retorika dibanding hasil kerja…

 

Saya suka Kota Bandung…
Walikotanya santun…
Hasil kerjanya kelihatan dan nyata tanpa banyak retorika…
Dan yang lebih mangstab lagi…
5 Tahun itu hutang…
Dan kini dia berkata sedang “mencicil perubahan”…

Semoga mau pindah ke Jakarta…
Dan akhirnya Indonesia….

Maukah Kamu Dek?


11025783_10205812898418984_5711643432761845593_nSuami: “Dek… Kamu sudah Sholat Ashar?”

Istri: “Belum Mas…”

Suami: “Loh kenapa? Ini kan sudah masuk waktunya… Adzan sudah dari 10 menit yang lalu Dek…”

Istri: “Nanti Mas… Aku masih capek, kan baru pulang kantor ini… Aku mau tidur sebentar aja…”

Suami: “Yo wis…. Tapi jangan lupa sholat Asharnya… Jangan sampe kelewatan Maghribnya…”

Esoknya Si Suami pergi Dinas Luar, dan baru beberapa jam kemudian ia sampai ke tempat tugasnya. Sang Istri, seperti biasa menunggu teleponnya. Ia terus menunggu, tak ada telepon atau SMS untuknya kali itu, sampai akhirnya ia tak tahan lagi. Ia sangat terganggu dan rasa khawatirnya memuncak. Ia menghubungi sang suami lewat telepon genggamnya. 1 kali… 2 kali… 3 kali… tapi tetap saja tak ada jawaban dari Suaminya. Ia bertambah khawatir.

Setelah beberapa jam Si Suami menelepon Sang Istri.

istri: “Assalamu’alaikum Mas… Kamu gak kenapa-napa kan Sayang?”

Suami: “Wa’alaikumussalam Dek… Alhamdulillah, aku baik-baik saja…”

Istri: “Kamu nyampe disana jam berapa sih?”

Suami: “Kayaknya udah 4 jam-an deh…

Istri: (terkejut) Udah 4 jam?! Kamu koq gak nelpon aku?!

Suami: “Aku agak capek tadi… Terus ketiduran….”

Istri: “(Agak marah) Tapi kamu kan bisa nelpon aku sebentar! Kan cuma perlu berapa menit doang Mas! Kamu gak denger bunyi HP?!”

Suami: “(Santai) Denger sih….”

Istri: “Terus kenapa kamu gak jawab?! Kamu udah gak perhatian lagi…!”

Suami: “(Terdiam) Tapi kemarin kamu juga begitu… Gak perhatian juga… Padahal itu Adzan… Panggilan Allah….

Istri: “(Terdiam kelu, air matanya mulai mengembang dari matanya, lalu jatuh menetes menyusuri pipinya) Maafin aku ya Mas…”

Suami: “Jangan meminta maaf sama aku Dek… Minta maaflah pada Allah….Kamu tahu gak? Aku masih berharap kita berdua, bersama-sama menuju SurgaNya… Maukah kamu Dek?