Suami Terbaik


suami terbaikUntuk pertama kalinya dalam kurun 18 tahun terakhir pernikahan mereka, Layla, sebut saja begitu namanya- menghidangkan sajian makan malam terburuk yang pernah disajikan untuk suaminya.

Di meja makan, Suaminya, Hafidz, terdiam kelu saat menyantap hidangan. Ini juga pertama kali ia begitu, setelah 18 tahun di meja makan yang selalu penuh dengan keceriaan, hidangan lezat dan kebahagiaan.

Setelah itu, saat Layla mencuci piring, Hafidz menghampirinya, digenggam lembut jemari tangan istrinya, sesaat kemudian ia mengecup kening Layla.

“Untuk apa kecupan itu, Bang?”, tanya Layla setengah heran pada suaminya. “Malam ini… Masakanmu malam ini, mengingatkan aku pada pertama kali kau memasakan hidangan santap malam untukku saat pernikahan kita dulu, Dik… Ini mengingatkanku pada saat kau jadi pengantin baru… Jadi, malam ini aku ingin membuatmu merasa selayaknya pengantin baru…”, jawab Hafidz dengan lembut.

Suami yang baik adalah suami yang dapat mengembalikan istrinya pada jalan yang benar tanpa harus menyinggung hatinya, demi kebaikan dan keselarasan hidup mereka berdua. Muslim yang baik adalah mereka yang paling baik terhadap istrinya dan wajib menjaga hati istrinya, agar mereka tahu bahwa merekalah orang yang paling istimewa bagi suaminya.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassalam menilai bahwa suami terbaik adalah suami yang paling baik pada istrinya.

“Orang Mukmin yang paling sempurna Imannya ialah yang paling baik akhlaqnya, dan sebaik-baik kamu adalah yang paling baik kepada istrimu.” (HR. Tirmidzi no. 2537)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s