PEJABAT PNS ADALAH “JONGOS-JONGOS” TERBAIK DAN SEBENAR-BENARNYA “JONGOS”


Bagi saya, menjadi PNS artinya siap menjadi “Jongos” atau istilah kerennya Pelayan atau Pembantu atau lebih keren lagi Asisten. Pelayan memiliki tugas utama yaitu melayani dengan baik.

Itu artinya saya sudah SIAP untuk melayani masyarakat yang membutuhkan pelayanan sesuai dengan bidang yang saya tangani dan membantu rekan kerja agar pelayanan yang dihasilkan oleh PNS seperti saya adalah Layanan Prima.

Sebagai Staf, berarti saya adalah “Jongos” strata terendah. Maka terkadang masih timbul “kegelisahan” terhadap status saya ini. Saya masih sering menafikan tugas saya sebagai pelayan masyarakat. Terkadang masih timbul keinginan untuk dilayani dan enggan melayani. Saya terkadang masih ingin menjadi “Tuan” dalam pekerjaan saya ini. Itu sebabnya saya menyebut diri saya Pegawai Negeri Swasta Berdaulat, karena terkadang ego saya yang muncul tiba-tiba dan tak kenal waktu. Hal itu bisa muncul begitu saja, tanpa sempat bisa saya kendalikan. Itu mengapa saya mengerti, bahwa saya tidak pantas menjadi seorang PEJABAT.

PEJABAT dalam lingkungan PNS, menurut saya adalah orang-orang TERPILIH -The Special One. Mereka terpilih sebagai sebaik-baiknya “JONGOS”, pelayan terbaik. Semakin tinggi jabatannya, MAKA SEHARUSNYA semakin baik pelayanannya, semakin hebat kualiatasnya sebagai pelayan masyarakat. Tetapi, alih-alih begitu, ternyata sebagian besar PEJABAT malah berlagak seperti “Tuan” karena jabatannya. Mereka merasa, karena jabatannya, mereka harus mendapatkan layanan terbaik dan fasilitas No.1. Masyarakat boleh saja antri layanan dengan memeras keringat dan uang, tetapi mereka dengan “tebal muka” mewajibkan dan menyakinkan para “jongos-jongos” rendahan untuk bisa menyediakan layanan bagi mereka tanpa harus keluar keringat dan capek antri.

Inilah ironinya PNS, sebagian besar para pejabatnya tidak memahami peran mereka sendiri. Mereka itu “JONGOS-JONGOS” TERBAIK DAN SEBENAR-BENARNYA “JONGOS”, bukan malahan menjadi “tuan-tuan” karena “back-up” dari “jongos-jongos” rendahan, macam saya. Mereka harusnya memberi contoh menjadi SEBENAR-BENARNYA “JONGOS” tanpa harus bermental JONGOS.

#GOODSarcasm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s