Jangan Terlalu Banyak Makan Saat Berbuka Puasa


puasa

Ramadhan…

Sayangnya, masih banyak diantara kita memandang di bulan yang suci ini sebagai kesempatan untuk menyantap berbagai macam jenis dan cita rasa makanan, sebanyak mungkin yang bisa kita santap.

Meskipun hanya ada dua waktu jadwal makan pada saat Ramadhan, namun kebanyakan dari kita, banyak mengkonsumsi makanan dengan jumlah lebih dari yang biasa kita santap di luar bulan Ramadhan.

Makan berlebihan tidak akan menjamin siapapun akan terbebas dari rasa lapar di hari-hari bulan Ramadhan ini. Kita seharusnya belajar dari pengalaman, bahwa semakin banyak seseorang makan, maka semakin besar kemungkinan dia akan terus merasa lapar, bahkan cenderung rakus.

Salah satu faedah puasa adalah untuk mengurangi jumlah kalori dan lemak dalam tubuh dan juga menciptakan rasa cukup/puas karena absennya makanan pada waktu tertentu dalam tubuh kita. Rasa cukup/puas ini tidak akan terbangun ketika kemudian kita memilih untuk makan secara berlebihan ketika waktu berbuka tiba.

Yang diminta kepada kita saat berpuasa adalah untuk bersikap adil terhadap tubuh kita, dalam hal jumlah makanan yang kita konsumsi pada bulan Ramadhan. Allah berfirman, dalam Surah Al-A’raaf, 7:31:

وكلوا واشربوا ولا تسرفوا, إنه لا يحب المسرفين…

“…makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.”

Kadang-kadang kebanyakan dari kita sering berkata adalah hal yang mubazir ketika kita membiarkan sejumlah makanan tidak dikonsumsi atau dibiarkan teronggok di meja. Namun terlalu banyak makan dan minum juga bisa menjadi mubazir. Bagaimana bisa? Ada dua cara, tubuh membuangnya sebagai “kelebihan zat” yang tak berguna, atau energi kita saat mengkonsumsi juga terbuang percuma.

Makan berlebihan tidak hanya membuat kita menjadi tidak sehat, tetapi juga tidak bugar, dan karenanya tidak produktif, bahkan membawa beberapa implikasi negatif. Berpuasa itu pada intinya dapat dikatakan begini, jika kita mampu mengendalikan keinginan kita terhadap makanan, dan mampu merasa cukup atas apa yang kita makan, maka diri kita cenderung dapat mengendalikan keinginan diri untuk berlaku curang, menindas, melanggar hukum, dll. Inilah sebabnya, kita cenderung lebih disiplin dan selalu mengingat Allah di bulan Ramadhan, atau ketika kita berpuasa.

Jadi, jika kita berhasil menyingkirkan semua keinginan yang biasa timbul pada siang hari (di bulan Ramadhan), kita seharusnya dapat meredam semua itu, setelah kita berbuka.

Rasulullah SAW telah memberi kita pedoman berkaitan dengan bagaimana merasa cukup atas apa yang kita konsumsi, baik dalam bulan Ramadhan ataupun setelahnya,

“Dari Miqdam bin Ma’dikariba berkata: Saya pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda “Tidak ada bejana yang diisi oleh manusia yang lebih buruk dari perutnya, cukuplah baginya memakan beberapa suapan sekedar dapat menegakkan tulang punggungnya (memberikan tenaga), jika tidak dapat demikian, maka hendaklah ia memenuhi sepertiga lambungnya untuk makanan, sepertiga untuk minuman dan sepertiga untuk bernafas” (HR. At-Tirmidzi)

Jika kita mampu mempraktekkan ajaran Rasulullah SAW, In Syaa Allah kita akan memiliki tubuh yang bugar dan sehat aktif, dan juga akan memiliki gaya hidup yang akan menyelamatkan kita dari rasa sakit dan penyesalan, di usia tua kita kelak. Tubuh yang bugar, akan memudahkan kita beribadah, dan juga mengurangi keinginan untuk banyak tidur, In Syaa Allah. Ingat, berkurangnya waktu tidur di bulan Ramadhan berarti lebih banyak waktu untuk Ibadah. Bukan begitu?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s