30 Kekeliruan yang Sering Terjadi Selama Ramadhan


puasa1)  Terlalu berfokus pada makanan. Selama puasa banyak orang yang selalu berfikir tentang makanan apa yang mereka akan santap saat berbuka, padahal mereka sedang berpuasa. Ini dapat dilihat bagaimana banyak orang menghabiskan begitu banyak makanan pada saat berbuka meskipun mereka sebenarnya tahu bahwa mereka tidak perlu menghabiskan banyak makanan hanya untuk berbuka.

2)  Sahur jauh sebelum waktu Shubuh. Kenyataannya banyak orang yang makan sahur setelah menyelesaikan Sholat Tarawih. Sahur sebaiknya dilakukan mendekati waktu Shubuh.

3)  Masih banyak yang tidak melakukan niat untuk berpuasa selama Ramadhan. Niat itu dasarnya di dalam hati dan tidak perlu diucapkan, dilafalkan apalagi sampai ditulis di Facebook, Twitter dan media sosial lainnya. Juga hanya dilakukan sekali saja ketika awal Ramadhan dan tidak perlu diniatkan setiap hari.

4)  Jika terlambat mengetahui bahwa awal Ramadhan telah dimulai (mengetahui dari sumber yang kita benar-benar percaya), segeralah menghentikan makan dan mulailah berpuasa. Jika tidak memungkinkan lagi, gantilah puasa hari itu setelah bulan Ramadhan berakhir.

5)  Masih banyak yang menyangka bahwa Sholat Tarawih dilakukan setelah berpuasa. Mereka mungkin tidak paham bahwa kalender Islam berdasarkan pergerakan bulan, waktu Maghrib adalah awal dari hari yang baru.

6)  Masih banyak yang percaya ketika kita tidak sengaja (lupa) makan ataupun minum, berarti telah membatalkan puasa. Ini keliru, kita masih dapat terus melanjutkan puasa tanpa perlu menggantinya di hari yang lain.

7)  Masih banyak juga berpendapat jika mereka melihat seseorang, baik laki-laki atau perempuan yang sedang minum ataupun makan di depan mereka, tidak perlu mengingatkan bahwa kita sedang puasa. Menurut pendapat banyak ulama, sikap ini keliru dan adalah perintah Allah kepada kita untuk selalu mengajak atau menganjurkan pada kebaikan dan mencegah perbuatan yang buruk. Dengan mengingatkan kepada mereka, berarti kita telah mengingatkan mereka untuk menjauhi perbuatan yang buruk.

8)  Masih banyak juga Muslimah yang percaya bahwa mereka tidak boleh memakai Henna (Pacar Cina) untuk sekadar mempercantik diri selama Ramadhan. Ini juga keliru, mereka tetap diperbolehkan memakainya.

9)  Beberapa juga masih berpendapat bahwa kita tidak boleh mencicipi rasa pada masakan yang kita buat selama puasa. Ini juga keliru, Islam memperbolehkan hal tersebut sepanjang kita tidak memakannya. Mencicipi masakan diperlukan agar kita mengetahui apakah masakan sudah memiliki rasa yang tepat dan yang pasti lezat.

Ibn Taimiyah berkata, “Mencicipi masakan adalah makhruh/tidak disukai (jika tidak ada Uzur (hal yang penting) untuk melakukannya) namun hal itu tidak membatalkan puasa”. Al-Fataawa (4/474).

Ibn ‘Abbas berkata, “Tidak ada yang salah dalam mencicipi masakan apa yang sedang dimasak sepanjang tidak melewati kerongkongan”

10)  Banyak yang berpikir bahwa kita tidak boleh menggosok gigi atau menggunakan Siwak/Miswak selama berpuasa. Ini juga keliru. Rasulullah, SAW biasa menggunakan Siwak/Miswak selama Ramadhan. Kita bahkan diperbolehkan menggosok gigi menggunakan pasta gigi, berdasarkan pendapat para ulama Siwak/Miswak juga memiliki rasa, jadi penggunaan pasta gigi untuk menggosok gigi diperbolehkan (selama kita tidak menelannya dengan sengaja).

11)  Di beberapa tempat ada yang melakukan panggilan Adzan Shubuh lebih awal dari waktu yang sebenarnya atau tanda lainnya. Mereka biasanya melakukan ini agar orang-orang segera menghentikan makan dan minum, padahal Sunnahnya agar kita mengakhirkan Sahur. Ini keliru dan seharusnya tidak kita lakukan, batas akhir bersahur adalah saat Adzan Shubuh.

12)  Di beberapa tempat juga ada yang melakukan panggilan Adzan Maghrib lebih lambat. Mereka khawatir waktu Maghrib belum datang/masuk, sehingga orang-orang akan terlambat berbuka, padahal Sunnahnya agar menyegerakan berbuka. Hal ini keliru dan tidak sepatutnya dilakukan.

13)  Banyak juga yang menyangka bahwa selama bulan Ramadhan hubungan suami istri adalah terlarang. Tentu saja hal ini keliru, karena hal ini dilarang dilakukan oleh yang sudah menikah hanya selama mereka berpuasa di bulan Ramadhan. Antara waktu Maghrib sampai dengan Shubuh hubungan suami istri diperbolehkan bagi mereka yang sudah sah menikah.

14)  Banyak Muslimah percaya ketika masa haid mereka selesai namun belum sempat melakukan Mandi Janabah pada hari berpuasa, maka mereka tidak boleh berpuasa (mengingat masa haid berakhir pada malam hari, dan mereka telah tertidur sebelum sempat untuk Mandi Janabah, kemudian terbangun pada saat hampir Shubuh, dan belum sempat juga melakukannya). Ini keliru, jika mereka belum sempat mandi mereka masih tetap boleh berpuasa, bahkan setelah Adzan Shubuh terlewat.

15)  Begitu juga masih banyak Muslim yang mengira jika mereka telah selesai melakukan hubungan suami istri sebelum sempat Mandi Janabah (sama seperti hal yang disebutkan sebelumnya) maka mereka tidak dapat berpuasa pada pagi harinya. Ini juga keliru, mereka tetap dapat berpuasa meskipun belum sempat Mandi Janabah.

16)  Beberapa masih ada yang nenyatukan dua waktu Sholat yang berbeda seperti waktu Dzuhur dan Ashar secara bersamaan selama Ramadhan (kebanyakan di Negara Arab). Ini juga keliru dan harus dihindari.

17)  Beberapa juga ada yang berfikir bahwa kita tidak boleh berbuka sampai dengan Muadzin menyelesaikan panggilan Adzan Maghrib. Ini juga keliru, begitu Muadzin mulai melantunkan Adzan, maka pada saat itu juga kita sudah boleh berbuka.

18)  Kebanyakan dari kita tidak pandai memanfaatkan waktu saat berbuka dengan memperbanyak membaca doa. Karena inilah salah satu dari tiga waktu, dimana Allah akan menerima doa kita.

19)  Banyak dari kita sibuk untuk mempersiapkan Lebaran (Iedul Fitri) dan mengenyampingkan amalan-amalan Shalih di bulan Ramadhan. Ini keliru, dan mereka-mereka ini yang akan merugi karena betapa sungguh berharganya Ramadhan, jika mereka mengerti.

20)  Masih banyak orang tua yang melarang anaknya untuk berpuasa pada usia yang masih sangat muda selama Ramadhan. Ini hal yang kontra produktif untuk si anak. Dengan membolehkan anak berpuasa sembari mengawasinya, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang mengerti bagaimana dia harus bersikap dan menumbuhkan rasa kesetiakawanan sosial di lingkungannya kelak.

21)  Banyak orang yang masih berfikir bahwa berpuasa di bulan Ramadhan hanyalah tentang bagaimana tidak makan dan minum sehari penih, tetapi mereka lupa tentang bagaimana bersabar, menjaga sikap dan setiap ucapan. Justru terlebih lagi selama bulan Ramadhan, maka kita harus benar-benar dapat bersabar, menjaga sikap dan setiap ucapan.

22)  Banyak yang masih membuang waktu dengan percuma selama Ramadhan. Mereka menghabiskan waktu dengan tidur seharian dan tidak melakukan apapun. Padahal seharusnya kita menghabiskan waktu yang senggang dengan memperbanyak ibadah.

23)  Beberapa juga menghentikan rencana perjalanan mereka sepanjang Ramadhan. Mereka takut perjalanan akan membatalkan puasa mereka. Padahal sebenarnya ada dua pilihan, kita dapat tidak berpuasa selama perjalanan dan menggantinya pada hari yang lain, atau tetap melanjutkan puasa selama dalam perjalanan.

24)  Banyak dari kita yang mampu secara fisik dan waktu, namun tidak melakukan I’tikaf di masjid.  Jika kita mampu secara fisik dan waktu, maka sebaiknya kita banyak menghabiskan waktu di Masjid dengan  ber-I’tikaf, terutama 10 hari terakhir di bulan Ramadhan.

25)  Ada yang percaya tidak boleh memotong rambut dan kuku selama. Ini juga keliru.

26)  Ada yang percaya bahwa kita tidak boleh menelan ludah kita sendiri selama berpuasa di bulan Ramadhan. Ini juga keliru. Hal yang tidak diperbolehkan adalah menelan mucus (dahak) yang masuk ke dalam mulut, itu harus dibuang.

27)  Beberapa ada yang percaya bahwa memakai minyak wangi atau parfum dilarang selama berpuasa di bulan Ramadhan. Ini juga keliru.

28)  Ada juga yang percaya berdarah menyebabkan batalnya puasa. Ini tidak benar.

29)  Beberapa masih percaya bahwa ketika kita muntah maka membatalkan puasa. Ini keliru, justru jika kita melakukannya dengan sengaja maka itu akan membatalkan puasa.

30)  Beberapa juga percaya, saat kita berwudhu pada saat berpuasa di bulan Ramadhan tidak boleh membersihkan mulut dan hidung dengan memasukkan air ke dalamnya. Ini juga keliru.

Dari berbagai sumber

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s