Sholat Sampai Hembusan Nafas Terakhir


sholatUmar Ibn Khattab, Ra. Bagaimanakah cara beliau wafat? Ia ditikam dengan sebilah pisau beracun oleh Abu Lu’luah Al-Majusi (pahlawannya syiah Laknatullah ‘Alaihim Ajmain) saat akan memimpin sholat shubuh. Kisah berikutnya yang kita ketahui, beliau terluka dalam, ada luka besar menganga di perutnya. Ia jatuh tergeletak di lantai, darahnya keluar mengalir deras dari lukanya, kesadarannya hampir hilang.

Dan dalam kondisi dan situasi seperti itu, adzan shubuh berkumandang. Tahu apa yang dilakukannya? Dengan tertatih, tubuh gemetar menahan sakit, ia mencoba bangkit. Orang-orang di sekelilingnya yang khawatir pada keadaannya, terheran-heran dan bertanya-tanya, “Wahai Umar, apa yang hendak kamu lakukan?” “Aku akan menunaikan sholat, Adzan sudah berkumandang…”, jawabnya lirih. Mereka berkata, “…tapi kondisimu memprihatinkan (sekarat), perutmu terluka, bagaimana kamu akan mendirikan sholat..?” Kemudian ia menjawab lagi, “Aku pernah mendengar Rasulullah SAW pernah berkata padaku, mereka yang meninggalkan sholat, dalam Islam tidak akan mendapat bagian apa pun (HR. Ibn Abbas). Dan sholat dalam agama ini bagaikan posisi kepala pada tubuh seseorang (HR Thabrani). Aku harus menunaikan sholat!”

Inilah komitmen yang harus ditegakkan oleh setiap ummat Islam, setiap muslim harus melaksanakan sholat! Selama kita hidup, sebagai muslim sholat menjadi hal yang selalu kita lakukan! Inilah komitmen dan juga hubungan yang seharusnya kita bangun dalam sholat.

Dalam Al-Qur’an Surat Maryam ayat 31,

وَجَعَلَنِي مُبَارَكًا أَيْنَ مَا كُنْتُ وَأَوْصَانِي بِالصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ مَا دُمْتُ حَيًّا

“dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkahi di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup.”

Inilah pernyataan Isa, AS. Sebuah peringatan yang kuat, tentang sholat kita, bagaimana kita melaksanakan sholat dan bagaimana kita memandang dan berpikir dan bagaima cara kita mengimplementasikan sholat dalam hidup kita. Kita wajib melaksanakannya, sepanjang hidup kita, selama nafas dikandung badan dan sampai hembusan nafas terakhir, kita berkomitmen untuk selalu melaksanakan sholat.

Artinya apa? Artinya… Apapun yang akan terjadi dalam hidup ini, sholat adalah hal yang akan selalu kita lakukan bahkan sampai saat nafas terakhir. Kita akan pastikan, kita melakukan sholat sampai ajal menjemput!

Dan Rasulullah SAW, telah menujukkannya, dan menghidupkan sholat!

Sekarang kita pastikan bahwa hal ini bukan hanya sekadar teori atau retorika belaka! ini bukan kata-kata untuk menunjukkan sebuah kesombongan, ini bukan slogan kosong! Karena Rasulullah SAW telah menerapkannya! Dan Insya Allah, kita!

Seminggu sebelum kepergiannya, Rasulullah SAW, jatuh sakit, sakit parah. Dan karena sakitnya, sampai-sampai beliau tidak dapat berdiri dan berjalan. Lalu apa yang beliau lakukan? Dia meminta 2 orang sahabat untuk datang ke rumahnya dan mereka membawa beliau dengan memapahnya. Kemudian lengan beliau akan merengkuh dua punggung sahabat tadi dan melaksanakan sholat. Jika beliau masih mampu sholat dengan cara demikian, maka beliau akan terus melakukannya dengan cara demikian.

Beliau telah mengajarkan kepada kita, sholat adalah hal yang akan selalu kita lakukan sampai hembusan nafas terakhir…

#ayosholat

oleh Fajar Wisesa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s