Ateis


Seorang guru muda yang cantik, mendapat tugas mengajar di kelas 1. Sang guru perempuan yang cerdas namun baru saja menjadi Ateis. Ia menjelaskan statusnya tersebut di depan kelas ajarnya mengapa ia menjadi seorang Ateis. Kemudian ia bertanya apakah ada di antara siswa dan siswinya yang sama dengan dirinya.

Entah karena tidak mengerti atau karena antusias hampir seluruh kelas mengangkat tangan, kecuali satu gadis bernama Delisa. Ia tidak terpengaruh dengan yang lain.

Ia hanya duduk terdiam di kursinya.Si guru bertanya, “jika kamu bukan seorang Ateis, lalu kamu ini seorang apa?”

Delisa menjawab, “Saya seorang Muslim.”

Gurunya sedikit terganggu, wajahnya sedikit memerah. Dia bertanya mengapa dia adalah seorang Muslim.

“Ya.., Saya dibesarkan dalam lingkungan Muslim, diajari tentang Iman Tauhid, Rukun Iman, Rukun Islam, setiap hari saya mengerjakan Sholat dan membaca Al-Qur’an. Sebelum tidur saya selalu diceritakan tentang Sirah Nabawi. Ibu saya adalah seorang Muslim, ayah saya juga seorang Muslim, dan kakek saya juga begitu, maka jadilah saya seorang Muslim.”

Gurunya mulai terpancing amarah. “Ah… Itu bukan alasan mengapa kamu menjadi Muslim!”, katanya keras.

“Bagaimana jika ibu dan ayahmu seorang yang idiot. Dan bagaimana jika nenek dan kakekmu juga seorang idiot, Apakah kamu akan mengikuti mereka? Apakah kamu akan menjadi seorang idiot??”

Delisa terdiam sejenak, kemudian ia tersenyum dan berkata, “Mungkin… Saya akan menjadi seorang ateis!”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s