Sekelumit Peristiwa-peristiwa Penting di Bulan Ramadhan


ramadhanPada hari Ahad, 1 Ramadhan tahun ke-2 Hijriyah, bertepatan dengan 26 Februari 624 M, adalah Ramadhan pertama kaum Muslimin berpuasa. Ada yang berpendapat kewajiban puasa Ramadhan diumumkan oleh Nabi pada hari Senin, 1 Sya’ban 2 H.

Pada tanggal 1 bulan Ramadhan pada tahun yang berbeda-beda, terjadi peristiwa penting, antara lain: Kebakaran hebat di Masjid Nabawi, Pernikahan Rasulullah saw dengan Zainab binti Khuzaiman, Shalat Istisqa’ bersama Kaum Muslimin, Penaklukan Islam Merambah Mesir dan Dimulainya Penaklukan Andalusia.

Pada tanggal 3 Ramadhan juga pada tahun yang berbeda-beda, terjadi kejadia diantaranya: Persiapan Perang Badar, Meninggalnya Fatimah az Zahra dan Peristiwa Tahkim.

Pada tanggal 4 Ramadhan terjadi peristiwa: Penyerahan Bendera Pertama dalam Islam, Penaklukan Qisariah, Lahirnya Muhadits Abu Qasim as Samarqandi, Penaklukan kota Belgrad, Pengumuman Perang Melawan Jerman dan Meninggalnya Khalifah Abdul Hamid II.

Pada tanggal 5 Ramadhan 666 H/19 Mei 1268 Masehi, umat Islam berhasil merebut kembali kota Antokia dari penguasa salibis setelah dikuasai selama 170 tahun. Perebutan kembali ini menelan korban yang cukup besar. Kota Antokia saat itu menjadi salah satu kota penting bagi penguasa salib di wilayah timur.

Tanggal 7 Ramadhan 362 H/22 Juni 971 Masehi, Masjid Al Azhar di Mesir dibuka kembali oleh Jauhar Ash Shaqli setelah ditutp beberapa tahun lamanya. Dibukanya kembali masjid ini menjadi tonggak bergantinya rezim Fathimiyah yang sebelumnya beraliran syiah menjadi Ahlusunnah wal jamaah. Dan semenjak itu Al Azhar menjadi tonggak penyebaran ilmu-ilmu keislaman di dunia Islam sampai hari ini.

Proklamasi kemerdekaan Indonesia juga terjadi pada bulan Ramadhan. Tepatnya 17 Agustus 1945 atau bertepatan dengan 9 Ramadhan 1364 Hijriyah. Karena saat itu adalah 10 hari pertama bulan Ramadhan atau disebut juga bulan Rahmat hal ini diabadikan dalam Pembukaan UUD 1945 dalam kalimat “Atas berkat Rahmat Allah Yang Maha Kuasa….”

Futuh Makkah atau Hari Pembebasan Mekkah terjadi pada tanggal 10 Ramadhan tahun 8 hijriyah. Dimana Rasulullah membebaskan Mekkah dari kaum kafir Quraisy dan menghancurkan semua berhala yang ada dalam Ka’bah, dalam pembebasan Mekkah ini relatif tidak ada darah yang tertumpah. Rasulullah SAW memimpin sendiri pembebasan ini dari dataran tinggi Hujjun, tempat makam perempuan yang paling dicintainya Khadijah bint Khuwailid, Ra.

Pada hari ke-12 Ramadhan pada tahun yang berbeda-beda terjadi peristiwa penting: Persaudaraan Kaum Muhajirin dan Anshar, Penaklukan Pulau Cyprus, Serangan Romawi ke kota Dimyath Mesir, Pembangunan Masjid Jami’ Ibnu Tholon di Kairo, Meninggalnya sang Pemberi Nasihat dan Muhadits Imam Ibnul Jauzi, Dilengserkannya Haji bin Muhammad bin Qalawun (Raja al Muzhaffar), Meninggalnya Ahli Nahwu Ibnu Malik, Kelahiran Rasulullah saw, Terbakarnya Masjid Nabawi untuk Kedua Kalinya dan Pasukan Thailand Menyerang Kaum Muslimin,

Pasukan Monggol dihancurkan di Palestina pada bulan Ramadhan. Hari Jumat 15 Ramadhan 658 H pasukan Muslim yang dipimpin Saifuddin Qutuz, penguasa dinasti Mamalik di Mesir, berhasil menghancurkan 20.000 tentara Mongol yang dipimpin oleh Qitbuqa. Para sejarawan menganggap bahwa peristiwa ini amat penting dalam sejarah penaklukan bangsa Mongol di Asia Tengah, dimana pasukan Mongol mengalami kekalahan telak atas kaum Muslimin dan tidak mampu membalas kekalahan itu, sebagaimana yang biasa mereka alami, hingga panglima perangnya Qitbuqa berhasil dieksekusi. Peperangan ini terjadi di ‘Ain Jalut, yaitu sebuah desa yang terletak antara Bisan dan Nablus. Sehingga peperangan ini dikenal dengan peristiwa ‘Ain Jalut.

Pada tanggal 17 Ramadhan, Al-Qur’an diturunkan pada bulan Ramadhan.  Allah SWT berfirman, “Bulan Ramadhan yang diturunkan di dalamnya Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan atas petunjuk itu, serta pemisah antara haq dan batil”. (QS. Al Baqarah [2]: 185). Ibnu Katsir mengatakan bahwa Allah SWT menyanjung bulan Ramadhan atas bulan-bulan yang lain, yaitu dengan memilihnya sebagai bulan dimana Al-Qur’an diturunkan di dalamnya. Pada hari Jumat, 17 Ramadhan tahun ke-2 H terjadi perang pertama dalam Islam yang dikenal Perang Badar. Badar adalah nama tempat di sebuah lembah yang terletak di antara Madinah dan Makkah. Tentara Islam mengontrol lokasi strategis dengan menguasai sumber air yang ada di daerah tersebut. Perang ini melibatkan tentara Islam sebanyak 313 anggota berhadapan dengan 1.000 tentara musyrikin Makkah yang lengkap bersenjata. Dalam perang ini, tentara Islam memenangkan pertempuran dengan 70 tentara musyrikin terbunuh, 70 lagi ditawan. Sisanya melarikan diri. Perang ini adalah suatu yang luar biasa ketika tentara Islam yang kurang jumlah, lemah dari sudut kelengkapan dan berpuasa dalam bulan Ramadan memenangkan pertempuran Perang Badar. Ini membuktikan puasa bukan penyebab umat Islam bersikap lemah dan malas sebaliknya berusaha demi mencapai keridhaan Allah. Orang yang berjuang demi mencapai keridhaan Allah pasti mencapai kemenangan yang dijanjikan. “Sungguh Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar, padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah. Karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya” (QS Al-Imran:123)

Pada Tanggal 18 Ramadhan 21 H/20 Agustus 642 Masehi, Khalid Bin Walid, pahlawan Islam yang gagah berani wafat. Beliau adalah pahlawan di banyak peperangan dan pembebas dua imperium besar saat itu, Romawi dan Persia untuk tunduk di bawah kekuasaan Islam. Beliau bergelar “Pedang Allah yang terhunus”. Beliau menghabiskan hampir seluruh usianya dalam peperangan yang gagah berani dan jihad di jalan Allah SWT.

Tanggal 21 Ramadhan 95 H/9 Juni 714 Masehi, Al Hajjaj bin Yusuf Ats Tsaqafi wafat, beliau adalah salah seorang petinggi Daulah Umawiyah dan tokoh dalam sejarah Islam. Terkenal dengan kekejamannya terhadap lawan politiknya dan musuh negara. Namun disisi lain telah memberikan kepada negaranya pelayanan yang terbaik, mengembalikan keamanan dan mempertahankan futuhat Islamiyah.

Fatahillah merebut Sunda Kelapa pada tanggal 22 Juni 1527 M atau bertepatan dengan tanggal 22 Ramadhan 933 H. Kemenangan ini dianggap mirip dengan Pembebasan Kota Mekkah (Fathul Mekkah) yang diabadikan dalam Al Qur-an Surat 48 ayat 1 dengan sebutan Fathan Mubiina (kemenangan yang gilang gemilang). Kata-kata ini dalam bahasa Sansekerta disebut Jayakarta. Oleh karena itu sejak saat itu Sunda Kelapa diganti namanya oleh Fatahillah menjadi Jayakarta atau Jakarta. Pada tanggal yang sama, namun dengan tahun yang berbeda, tanggal 22 Ramadhan 273 H/20 Februari 886 Masehi, Wafatnya seorang Muhaddist terkenal, Ibnu Majah. Beliau adalah penyusun Kitab Sunan Ibnu Majah, salah satu kitab yang penting dalam rangkaian 6 kitab hadist (kutubus sittah). Keenam kitab hadist ini merupakan kitab utama dalam rujukan hadist-hadist nabawi.

Ali bin Abi Thalib. Khulafaur Rasyidin keempat dan terakhir, dibunuh oleh seorang Khawarij yang bernama Abdurrahman bin Muljam. Ia meninggal pada tanggal 23 Ramadhan 40 H. Kematiannya menandai berakhirnya sistem kekhalifahan Islam, dan kemudian dimulai dengan sistem dinasti. Pada tanggal yang samna pada tahun yang berbeda, pengepungan 60 ribu pasukan Rusia digagalkan oleh 15 ribu pasukan Utsmani. 23 Ramadhan 1270 H Pada hari ini kekuatan militer Rusia dibawah pimpinan Marsyal Bernes menghentikan kepungannya terhadap kota  Selestriya yang terletak di wilayah Qorum, pengepungan yang terjadi selama 35 hari ini tidak membawa dampak yang berarti bagi kekuatan Khalifah Utsmaniyah,walaupun kekuatan militer Rusia mencapai 60 ribuan tentara berhadapan 15 ribu  tentara Utsmaniyah yang kebanyakan berasal dari Mesir. Pelajaran yang dapat dipetik adalah kekuatan yang sedikit mampu mengalahkan kekuatan yang besar.

Tanggal 25 Ramadhan 658 H/3 September 1260 Masehi, umat Islam mencatat kemenangan dalam pertempuran dahsyat pada Perang ‘Ain Jalut di Palestina. Perang ini melibatkan tokoh umat Islam, Saifuddin Qutuz dan lawannya dari bangsa Mongol. Dengan perang ini, Allah SWT menakdirkan umat islam mampu menahan gelombang serangan bangsa Mongol yang maha dahsyat yang sebelumnya telah berhasil meluluhlantahkan Baghdad. Perang ini disebut dalam sejarah sebagai perang yang berhasil mempertahankan peradaban Islam dari kehancuran.

Pada tanggal 26 Ramadhan 9 H/5 Januari 631 Masehi, Rasulullah SAW kembali dari Perang Tabuk, dimana ada beberapa sahabat yang tidak ikut berperang dengan masing-masing alasan mereka. Pada saat itu terjadi peristiwa diboikotnya Kaab Bin Malik dan 2 sahabat lainnya.

Perang Badar terjadi pada hari Jumat, 27 Ramadhan tahun 2 Hijriyah. Allah SWT berfirman: “Dan benar-benar Allah telah menolong kalian di Badar sedangkan kalian dalam keadaan terhina, maka takutlah kalian kepada Allah, semoga kalian bersyukur”. (QS. Ali ’Imran [3]: 123). Ibnu Abbas mengatakan bahwa saat itu hari Jumat, 27 Ramadhan, dan saat itu juga terbunuh Fir’aun dan Abu Jahal yang merupakan musuh terbesar kaum muslimin.

Pada tanggal 28 Ramadhan tahun 92H, bertepatan dengan tanggal 19 Juli 711M (1300 tahun yang lalu), panglima Muslim yang agung, Thariq bin Ziyad, berdiri menyemangati pasukannya agar tegar di medan perang. Hari itu ia bertempur melawan Raja Visigoth, Roderic. Thariq bukan bertempur untuk menaklukkan Semenanjung Iberia, melainkan ia diundang untuk mengakhiri penindasan yang dilakukan oleh Roderic pada kaum unitarian. Berkat keberanian panglima dan pahlawan ini, kaum Muslimin berhasil membebaskan wilayah selatan Spanyol yang dikenal dengan Andalusia, pada masa Khalifah bani Umayyah Al-Walid bin Abdul Malik. Kemudian tidak sampai tujuh tahun berselang mereka mampu menguasai kurang lebih seluruh wilayah Spanyol, mereka lalu menggeneralisir seluruh wilayah Spanyol dengan sebutan Andalus, yaitu versi Arab untuk kata Andalusia.

Tanggal 30 Ramadhan 256 / 31 Agustus 869 Masehi,  Imam Bukhori, salah seorang tokoh terbesar dalam ilmu hadist meninggal dunia. Beliau yang sering disebut sebagai “Amirul Mukminin” dan Imamul Muhadditsin dalam ilmu hadist ini telah menyusun kitabnya yang bernama Ash Shahih, sebuah kitab tershahih kedua setelah Al Qur’an Al Karim. Kitab ini berisi hadist-hadist Rasulullah SAW yang paling shahih.

Sumber: Dari berbagai sumber

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s