Canggihnya Toilet Wanita


Ini cerita tentang Pak Udin yang kumisnya melintang. Ceritannya suatu hari Pak Udin  mau coba naik Singapore Airlines, katanya, “Biarlah tiketnya mahal tapi pelayanan SQ hebat, pesawatnya baru, makanannya enak, pramugarinya juga cantik-cantik & tinggi-tinggi (maksudnya roknya yang tinggi).

Dari Bandara Soetta (Soekarno-Hatta) ke Jerman makanan nggak berhenti-berhenti disajikan. Sampai dia akhirnya merasa kekenyangan. Tidak berapa lama kemudian perutnya mulai protes. Pergilah dia ke toilet, sayangnya di toilet pria ada orangnya. Pak Udin pusing 7 keliling (22/7 dikali 2 dikali jari-jari dikali 7), mukanya mulai pucat pasi karena bersky udah diujung.

Untung Mbak Pramugarinya baik, “nggak apa deh, pakai saja toilet wanita Pak. Tapi nanti kalo di dalem jangan asal mencet-mencet tombol ya Pak.. Kalo selesai langsung di siram saja, cepat keluar lagi”.

Pak Udin manggut-manggut sok ngerti (yah… kayak biasanya, cuman tumben nggak mbulet aja dia hari itu). Memang toilet wanita di SQ berbeda dengan maskapai penerbangan lainnya, apalagi sama yang lokal. Di dalamnya banyak tombol-tombol, ada tulisan: WW, WA, PP & ATR. Pak Udin jadi penasaran (kayak hantu aja penasaran), apa sih gunanya tombol-tombol itu?

Sambil BAB dia nggak tahan juga untuk menuntaskan rasa ingin tahunya. Pertama, dia pencet tombol WW, langsung,sroott….! Keluar air hangat menyemprot -maaf- pantatnya, “Wooo… Ngono tah.. Ini artinya pasti Warm Water untuk membilas brutu. Tambah penasaran lagi , dia tekan tombol WA, Shooosssss… zlep!, keluar angin hangat supaya -maaf lagi-pantatnya kering. “Mmm.. WA ini artinya Warm Air .. Pantesan orang perempuan pada lama-lama di toilet ya…, enak juga..” Masih penasaran lagi, dia tekan tombol PP. Langsung keluar bantalan bedak (Powder Puff) membedaki -Mohon maaf deh, sumpah!-pantatnya yang sudah kering. Antara penasaran dan senang kayak anak kecil dia ketawa sendiri. “Jancuk! Kalo di Jakarta.. muka yg dibedaki, disini malah pantat (kali ini udah abis pasti maafnya) yang dibedaki.”

Pak Udin akhirnya menuntaskan rasa ingin tahunya yang terakhir, tanpa ragu lagi dia tekan tombol ATR. Gubraaakkk!!! Dia jatuh telentang! Dan langsung pingsan! Pas dia sudah sadar, ternyata Pak Udin sudah berada di rumah sakit. Dia tanya sama Mbak Perawat, apa yang terjadi dengannya. Mbaknya jawab,“Gini Pak.. sesuai hasil investigasi, waktu itu Bapak Udin menekan tombol ATR. Artinya “Automatic Tampon Removal”, fungsinya untuk melepas pembalut wanita secara otomatis. Nah, karena bapak nggak pake pembalut.. maka secara otomatis yang di tarik “bijinya” bapak, sekarang copot deh!

:))

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s