Menunggumu di Sepinya Waktu


Aku mencintaimu dimana waktu tak berbatas
Mentari tak kan pernah tenggelam
Dan Rembulan tak kembali ke peraduan

Aku mencintaimu ketika siang dan malam beriringan
Panas serasa dingin
Dan sejuk begitu terik

Aku mencintaimu bilamana awal adalah akhir
Berjumpa serasa berpisah
Dan dendam menjadi rindu

Aku mencintaimu saat keputus-asaan adalah satu-satunya harapan
Kau tak mungkin lagi jadi milikku
Dan aku masih disini terus menunggumu

Satu pemikiran pada “Menunggumu di Sepinya Waktu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s