HOAX dalam Kisah Mengapa Yahudi Pintar?


Hari ini gw dapet lagi tulisan yang asal ‘goblek’atau paling nggak hasil ‘kupipes’. Kadang-kadang gw mikir kenapa kita jadi keliatan ‘bodo’ daripada orang laen. Salah satu sebabnya kita itu sering males konfirmasi ulang sebelum nempel di blog. Saking malesnya, kayaknya gak pernah kepikir untuk googling. Itu cerita  sumbernya sahih apa nggak,  dibuat oleh siapa, dimana, kapan -yang penting kalo keliatannya berbau Islam, sah deh buat ditulis ulang atau dibagi-bagi. Maaf, thanks but no thanks

Buat gw, berita baek itu kalo isinya, sumbernya dan cara penyampaiannya juga baek. Ngomong-ngomong HOAX, gw udah pernah cerita ciri-ciri HOAX, sbb:

1. Selalu memuat kata, Penting! sebarkan ke orang lain atau semacamnya.

2. Sering memuat berita, sudah menggambarkan kota xxx, atau, berita ini sudah diklarifikasi oleh CNN atau media besar lainnya.

3. Penjabarannya sok ilmiah, terlalu detail, dan rumit.

4. Tidak ada sumber yang resmi dan justifikasi.

5. Korban yang tidak jelas.

6. Sebarkan ke banyak orang.

7. Dibubuhi prefix FW.

Dari berbagai sumber

Nah, ini contoh ceritanya dari yang versi Malaysia, Indonesia sampe Inggris

VERSI MALAYSIA

Ketika tahun kedua, akhir bulan December 1980 dan sedang saya menghitung hari untuk pulang ke California saya terfikir apakah sebab nya kaum Yahudi begitu pintar? Kenapa tuhan memberi kelebihan kepada mereka? Apakah ini suatu kebetulan? Atau olah manusia sendiri? Adakah bijak boleh dijana? Seperti kilang pengeluaran?

Maka saya pon tergerak membuat tesis untuk Phd saya, disamping kebaikan untuk umat sejagat dan dapat hidup secara harmoni. Untuk pengetahuan anda tesis yang saya lakukan ini mengambil masa hampir lapan tahun, ini kerana untuk mengumpulkan data-data yang setepat mungkin.

Di Israel, setelah mengetahui yang sang ibu sedang mengandung, pertama kali saya perhatikan ialah, sang ibu akan sering menyanyi dan bermain piano dan si ibu dan bapa akan membeli buku matematik dan menyelesaikan masalah matematik bersama suami, saya sungguh hairan kerana teman saya yang mengandung sering membawa buku matematik dan bertanya kepada saya beberapa  soalan yang beliau tak dapat menyelesaikanya, oleh kerana saya memang minat tentang matematik, tentu saja dengan senang saya bantu beliau. Saya bertanya kepada beliau, adakah ini untuk anak kamu? Beliau menjawab, “ia, ini untuk anak saya yang masih didalam kandungan, saya sedang melatih otak beliau, semuga ia menjadi genius apabila dewasa kelak”

Seperkara lagi yang saya perhatikan ialah pemakanan beliau, sejak awal mengandung beliau gemar sekali memakan kacang badam dan korma bersama susu , dan untuk tengah hari makan utama beliau ialah roti dan ikan tanpa kepala bersama salad yang digaul dengan badam dan berbagai jenis kekacang, menurut beliau daging ikan sungguh baik untuk perkembangan otak dan kepala ikan mengandungi kimia yang tidak baik yang dapat merosakkan pengembangan dan penumbuhan otak anak didalam kandungan.

Di Israel, merokok adalah taboo, apabila anda diundang makan dirumah Yahudi, jangan sekali kali merokok, dan tanpa malu mereka akan menyuruh anda keluar dari rumah mereka dam merokok diluar rumah mereka.

Perhatian saya selanjutnya ialah melawati tadika mereka, Pemakanan anak anak tadi cukup dikawal, makanan awal ialah buah buahan bersama kacang badam, diikuti dengan menelan pil minyak ikan (code oil lever) Didalam pengamatan saya, kanak Yahudi sungguh bijak dan rata rata mereka memahami 3 bahasa iaitu Hebrew, Arab dan Inggeris dan sedari awal lagi mereka telah dilatih bermain piano dan violin, ini adalah suatu kewajipan. Menurut mereka bermain musik dan memahami nota notanya dapat meningkatkan lagi IQ kanak kanak dan sudah tentu bakal menjadikan budak itu bijak.

Kesimpulanya, pada teori saya, melahirkan anak dan keturunan yg bijak boleh dilaksanakan dan tentunya bukan semalaman, ianya memerlukan masa, beberapa jenerasi mungkin? Persiapan awal adalah ketika sang ibu mengandung, galakkanlah siibu melakukan latihan matematik yg mudah tetapi konsisten disamping mendengar musik klasik. Seterusnya ubahlah cara pemakanan, makanlah makanan yg elok dan berhasiat yg baik untuk otak, menghayati musik sejak kecil adalah baik sekali untuk penumbuhan otak kanak kanak, dengan bermain piano dan violin sudah tentu dapat melatih anak anak mencerdaskan otak mereka demikian juga sukan yg memerlukan konsetrasi yg tinggi, seperti memanah, bola keranjang, dart dan menembak.

Selamat sejahtera dan semuga kita dapat melahirkan manusia yg bijak dan bersifat mulia untuk kebaikan manusia sejagat tanpa mengenal batasan bangsa.

Dr. Stephen Carr Leon

VERSI INDONESIA

Artikel Dr Stephen Carr Leon patut menjadi renungan bersama. Stephen menulis dari pengamatan langsung. Setelah berada tiga tahun di Israel karena menjalani housemanship dibeberapa rumah sakit di sana . Dirinya melihat ada beberapa hal yang menarik yang dapat ditarik sebagai bahan tesisnya, yaitu, “Mengapa Yahudi Pintar?”

Ketika tahun kedua, akhir bulan Desember 1980, Stephen sedang menghitung hari untuk pulang

ke California , terlintas di benaknya, apa sebabnya Yahudi begitu pintar? Kenapa Tuhan memberi kelebihan kepada mereka? Apakah ini suatu kebetulan? Atau hasil usaha sendiri?

Maka Stephen tergerak membuat tesis untuk Phd-nya. Sekadar untuk Anda ketahui, tesis ini memakan waktu hampir delapan tahun. Karena harus mengumpulkan data-data yang setepat mungkin.

Marilah kita mulai dengan persiapan awal melahirkan. Di Israel, setelah mengetahui sang ibu sedang mengandung, sang ibu akan sering menyanyi dan bermain piano. Si ibu dan bapak akan membeli buku matematika dan menyelesaikan soal bersama suami.

Stephen sungguh heran karena temannya yang mengandung sering membawa buku matematika dan bertanya beberapa soal yang tak dapat diselesaikan. Kebetulan Stephen suka matematika.

Stephen bertanya, “Apakah ini untuk anak kamu?”

Dia menjawab, “Iya, ini untuk anak saya yang masih di kandungan, saya sedang melatih otaknya, semoga ia menjadi jenius.” Hal ini membuat Stephen tertarik untuk mengikut terus perkembangannya.

Kembali ke matematika tadi, tanpa merasa jenuh si calon ibu mengerjakan latihan matematika sampai genap melahirkan. Hal lain yang Stephen perhatikan adalah cara makan. Sejak awal mengandung

dia suka sekali memakan kacang badam dan korma bersama susu. Tengah hari makanan utamanya roti dan ikan tanpa kepala bersama salad yang dicampur dengan badam dan berbagai jenis kacang-kacangan.

Menurut wanita Yahudi itu, daging ikan sungguh baik untuk perkembangan otak dan kepala ikan mengandungi kimia yang tidak baik yang dapat merusak perkembangan dan penumbuhan otak anak didalam kandungan. Ini adalah adat orang orang Yahudi ketika mengandung. menjadi semacam kewajiban untuk ibu yang sedang mengandung mengonsumsi pil minyak ikan..

Ketika diundang untuk makan malam bersama orang orang Yahudi. Begitu Stephen menceritakan, “Perhatian utama saya adalah menu mereka. Pada setiap undangan yang sama saya perhatikan, mereka gemar sekali memakan ikan (hanya isi atau fillet),” ungkapnya.

Biasanya kalau sudah ada ikan, tidak ada daging. Ikan dan daging tidak ada bersama di satu meja. Menurut keluarga Yahudi, campuran daging dan ikan tak bagus dimakan bersama. Salad dan kacang, harus, terutama kacang badam.

Uniknya, mereka akan makan buah buahan dahulu sebelum hidangan utama. Jangan terperanjat jika Anda diundang ke rumah Yahudi Anda akan dihidangkan buah buahan dahulu. Menurut mereka, dengan

memakan hidangan kabohidrat (nasi atau roti) dahulu kemudian buah buahan, ini akan menyebabkan kita merasa ngantuk.

Akibatnya lemah dan payah untuk memahami pelajaran di sekolah.

Di Israel, merokok adalah tabu, apabila Anda diundang makan dirumah Yahudi, jangan sekali kali merokok. Tanpa sungkan mereka akan menyuruh Anda keluar dari rumah mereka. Menyuruh Anda merokok di luar rumah mereka.

Menurut ilmuwan di Universitas Israel , penelitian menunjukkan nikotin dapat merusakkan sel utama pada otak manusia dan akan melekat pada gen. Artinya, keturunan perokok bakal membawa generasi yang cacat otak (bodoh). Suatu penemuan yang dari saintis gen dan DNA Israel.

Perhatian Stephen selanjutnya adalah mengunjungi anak-anak Yahudi. Mereka sangat memperhatikan makanan, makanan awal adalah buah buahan bersama kacang badam, diikuti dengan menelan pil minyak ikan (code oil lever).

Dalam pengamatan Stephen, anak-anak Yahudi sungguh cerdas. Rata rata mereka memahami tiga bahasa, Hebrew, Arab dan Inggris. Sejak kecil mereka telah dilatih bermain piano dan biola. Ini adalah suatu kewajiban. Menurut mereka bermain musik dan memahami not dapat meningkatkan IQ.

Sudah tentu bakal menjadikan anak pintar. Ini menurut saintis Yahudi, hentakan musik dapat merangsang otak.Tak heran banyak pakar musik dari kaum Yahudi.

Seterusnya di kelas 1 hingga 6, anak anak Yahudi akan diajar matematika berbasis perniagaan. Pelajaran IPA sangat diutamakan. Di dalam pengamatan Stephen, “Perbandingan dengan anak anak

di California , dalam tingkat IQ-nya bisa saya katakan 6 tahun kebelakang!! !” katanya.

Segala pelajaran akan dengan mudah di tangkap oleh anak Yahudi. Selain dari pelajaran tadi olahraga juga menjadi kewajiban bagi mereka. Olahraga yang diutamakan adalah memanah, menembak dan berlari.

Menurut teman Yahudi-nya Stephen, memanah dan menembak dapat melatih otak fokus. Disamping itu menembak bagian dari persiapan untuk membela negara.

Selanjutnya perhatian Stephen ke sekolah tinggi (menengah). Di sini murid-murid digojlok dengan pelajaran sains. Mereka didorong untuk menciptakan produk. Meski proyek mereka kadangkala kelihatannya lucu dan memboroskan, tetap diteliti dengan serius.

Apa lagi kalau yang diteliti itu berupa senjata, medis dan teknik. Ide itu akan dibawa ke jenjang lebih tinggi.

Satu lagi yg di beri keutamaan ialah fakultas ekonomi.. Saya sungguh terperanjat melihat mereka begitu agresif dan seriusnya mereka belajar ekonomi. Diakhir tahun diuniversitas, mahasiswa diharuskan mengerjakan proyek. Mereka harus memperaktekannya.

Anda hanya akan lulus jika team Anda (10 pelajar setiap kumpulan) dapat keuntungan sebanyak $US 1 juta!

Anda terperanjat?

Itulah kenyataannya.

Kesimpulan, pada teori Stephen adalah, melahirkan anak dan keturunan yang cerdas adalah keharusan. Tentunya bukan perkara yang bisa diselesaikan semalaman. Perlu proses, melewati beberapa generasi mungkin?

************************************************************************************************************************************************************

************************************************************************************************************************************************************

************************************************************************************************************************************************************

************************************************************************************************************************************************************

************************************************************************************************************************************************************

************************************************************************************************************************************************************

Bagaimana perbandingan perhatian pemerintah Indonesia dalam membina generasi penerus dibanding dengan negara tetangganya.

Ambil contoh tetangga kita yang terdekat adalah Singapura. Contoh yang penulis ambil sederhana saja, Rokok. Singapura selain menerapkan aturan yang ketat tentang rokok, juga harganya sangat mahal.

Benarkah merokok dapat melahirkan generasi “Goblok!” kata Goblok bukan dari penulis, tapi kata itu sendiri dari Stephen Carr Leon sendiri. Dia sudah menemui beberapa bukti menyokong teori ini.

“Lihat saja Indonesia ,” katanya seperti dalam tulisan itu.

Jika Anda ke Jakarta , di mana saja Anda berada, dari restoran, teater, kebun bunga hingga ke musium, hidung Anda akan segera mencium bau asak rokok! Berapa harga rokok? Cuma US$ .70cts !!!

“Hasilnya?

Dengan penduduknya berjumlah jutaan orang berapa banyak universitas? Hasil apakah yang dapat dibanggakan? Teknologi? Jauh sekali. Adakah mereka dapat berbahasa selain dari bahasa mereka sendiri? Mengapa mereka begitu sukar sekali menguasai bahasa Inggris? Ditangga berapakah kedudukan mereka di GNP sedunia? Apakah ini bukan akibat merokok? Anda fikirlah sendiri? “Apa yg diminta kebanyakan orang Indonesia untuk sebutan TIPS?? “uang rokok”. Seorang buruh pasar, tukang becak, kuli & saudara2 kita dengan penghasilanhari ini untuk makan hari ini ketika pertama kali menerima upah apa yg dibelinya ? “rokok”. Bahkan kebanyakan mereka rela tidak sarapan asal bisa ngerokok….

VERSI INGGRIS

Since I spent about 3 year in Israel for internship in few hospital there, It came to my mind about doing thesis/research of “Why the Jews are Intelligent?” It goes without denial that Jews are ahead in all aspect of life such as engineering, music, science and most obvious in business where nearly 70% of world trade/business are held by the Jews such as cosmetic, fashion, food, arms, hotels and film industries (Hollywood and others).

During the 2nd year, in December 1980, and I was about to go back to California, this idea came to me and I was wandering why God gave this gift/ability to them, is this a coincidence or is it man-made that could be produced like the goods from a factory. My thesis took about 8 years to gather all the information as accurately as possible, like the food intake, culture, religion, initial preparation of pregnancy and etc and I would compare them with other races.

Let’s start with initial preparation of pregnancy. In Israel, the first thing I noticed is that the pregnant mother would always sing and play piano and would always try to solve mathematical problems together with the husband, and I was very surprised to see the mother always carry math books and sometimes I would help her to solve some problems, I would asked, “Is this for your child in the womb?” she would answer “Yes to train the child still in the womb so that it would be a genius later on”. She would solve the problem without let-up until the child is born.

Another thing I noticed, is about the food, she loved to eat almonds and dates with milk, for lunch she would take bread and fish without the head, salad mixed with almonds and other nuts, they believed fish is good for the development of brain and the fish’s head is bad for the brain. And also it is like the culture of the Jews for pregnant mothers to take cod liver oil.

When I was invited for dinner, I always noticed that they always like to eat fish (flesh and fillet) and no meat, according to their belief, meat and fish together will not give any benefit to our body. Salad and nuts is a must, especially almonds.

They would always eat fruits first before the main meal. Their belief if you eat the main meal first (like bread or rice) then fruits, this will make us feel sleepy and difficult to understand any lesson you learn in school.

In Israel, smoking is a taboo, if you are their guest, don’t smoke in their house, they would politely ask you to go out for a smoke. According to scientist in university of Israel, nicotine would destroy the main cell in our brain and will affect the genes and DNA, resulting in generation of moron or defective brain. So all those smokers, please take note (Ironically, the biggest producer of cigarettes is… you know who.. make your own guess).

The food intake for the child is always under the guidance of the parent, first, the fruits with almonds, followed by cod liver oil. In my assessment, the Jewish child, most of them knew 3 languages, ie Hebrew, Arabic and English, since childhood they would be train in playing piano and violin, it is a must. Accordingly, it is believed that this practice will increase the IQ of the child and will make him a genius. And according to Jewish scientist, the vibration of music would stimulate the brain and that is why there are lots of geniuses among the Jews…

Since grade 1 to 6, they would be taught business mathematic and science subjects would be their first preference. For comparison I could see the children in California, their IQ is about 6 years back. And Jewish children were also involved in athletics such as archery, shooting and running, accordingly it is believed that archery and

shooting would make the brain more focus on decision and precision.

In high school, students are more inclined to study science, they would create products, indulged in all sorts of projects , although some looks very funny or useless, but all attention is given seriously especially if it is armaments, medicine or engineering, the idea will be introduced in higher institute in polytechnics or universities.

Business faculty will be given more preference, in the last year of university, the students in business would be given a project and practically they can only pass if their group (about 10 in a group) can make profit of USD1 million. Don’t be surprised, this is the reality and that is why half of the business in the world is held by the Jews, who design the latest levis, it is being designed in the Israel university by the faculty of business and fashion.

Have you seen them how they prayed, they always shake their heads, accordingly they believed this action will stimulate and provide more oxygen to the brain, same thing with Islam where you need to bow down your head. Look at the Japanese, they always bow down their heads as their culture, lots of them are smart, they love sushi (fresh fish), is this a coincidence?

In New York, the commercial/trading center for the Jews are based in New York, catering for the Jews only, if they had any beneficial idea, their committee will give free interest loan and will make sure the business prosper. Due to this, starbuck, dell computer, cocacola, DKNY, oracle, levis, dunkin donut , Hollywood films and hundreds other businesses were under their sponsorship. Jewish graduates from faculty of medicine in new york were encouraged to register with them and allowed to practice privately with this free interest loan, now I knew why most hospital in new york and California always lack of specialist doctors.

Smoking will lead to generations of moron. During my visit to Singapore in 2005, made me surprised to see smokers are regarded as an outcast and the price of a pack of cigarettes is about USD 7, like in Israel it is a taboo and their form of government is similar to the Israelis. And that is the reason why most of their universities are of high standard, even though Singapore is only as big as Manhattan.

Look at Indonesia, everywhere people are smoking, and price of a pack of cigarette is very cheap only USD0.70 cts. and the results with millions of people, you can count the number of universities, what product they produced that can be proud of, technology.. never… can they speak other than their own language, why it is so difficult for them to master English language for example, all this is due to smoking, think for yourself.

In my thesis, I do not touch in respect of religion or race, why the Jews are so arrogant that they were being chased around since the time of Paraoh until Hitler, for me it is about politic and survival, the bottom line is, could we produce intelligent generations just like the Jews. The answer could be in the affirmative that needs change in our daily habits of eating, parenting and I guess within 3 generations, it could be achieved. This I could observe in my grandson, for example at the age of 9 he could write a 5-page essay on “Why I love tomato”

May all of us be in peace and succeeded in producing a future generations of genius for the betterment of humankind no matter who you are.

Dr. Stephen Carr Leon.

Dari 3 cerita yang sama diatas, ada ciri-ciri HOAX yang kelihatan

  1. Ada kata perlu atau penting/perlu/patut
  2. Menggambarkan tempat –di Israel
  3. Penjabarannya sok ilmiah
  4. Tidak ada sumber yang resmi dan justifikasi –ini riset diberitakan di jurna apa, kapan dan dimana?
  5. Subyek penelitian tidak jelas
  6. Di share ke banyak orang

Buat catatan aja, artikel tentang tulisannya Dr. Stephen Carr Leon ini gak ada versi Inggrisnya (apalagi sumber riset/tesisnya) kecuali yang berasal dari terjemahan bahasa Melayu ke teks Inggris. Kalo aja kita rajin nge-googling, gak ada tuh sumber resmi yang nyebutin Dr. Stephen Carr Leon itu dari universitas mana.

Coba bayangin berapa orang yang keganggu dengan berita palsu atau HOAX ini karena informasi yang sesat dan menyesatkan. Jadi sebaiknya pilih-pilih berita karena jelas HOAX itu Cuma nambah ‘bodo’ dan… capek deeh.

11 pemikiran pada “HOAX dalam Kisah Mengapa Yahudi Pintar?

  1. saya justru melihat bahwa pemahaman mengenai yahudi anti memakan kepala ikan itu hampir persis dengan buku “jerome becomes a genius”. Dalam buku itu, karangan Eran Katz (penulisnya asli yahudi dari israel), menyatakan/tersirat bahwa orang yahudi memang anti memakan kepala ikan.

    • Mas Puja, yang dimasalahin disini bukan masalah pemahaman mengenai yahudi yang anti anti memakan kepala ikan. Dan bahkan sangat mungkin dan boleh jadi orang Yahudi memang anti memakan kepala Ikan. Yang dimasalahkan disini mengenai sumber tulisan dan cerita di dalamnya. Kalo memang benar, mengapa tidak ditulis saja bahwa sumbernya dari Eran Katz dan bukan Dr. Stephen Carr Leon? Karena HOAX tetaplah sebuah HOAX meskipun ada sedikit kebenaran didalmnya…

      • Sebenarnya pengertian HOAX itu sendiri apa sih mas? Faktor2 apa yang membuat sebuah artikel itu HOAX? Apakah ceritanya bohong, Sumbernya tidak terpercaya, atau apa ya?
        Cuma penasaran aja. Trims sebelumnya.

      • Saya kira mas Tito sudah menjaab sebagian besar dari pertanyaan mas sendiri, bahkan mungkin mas, jauh lebh mnegerti daripada saya tentang HOAX itu sendiri.

  2. saya hanya mau bertanya.. jadi semua yang ada di artikel itu bohong?
    musik memang mencerdaskan, ikan & kacang juga, musik baby mozart & lagu2 yang menjadi soundtrack film walt disney jaman dahulu pun merangsang otak anak berimajinasi lebih jauh dan menarik neuron & dendrit untuk menstimulus otak lebih dalam ke alam imajinasi.. asap rokok juga betul itu adalah racun yang mematikan,,, jadi yang hoax itu adalah pada authornya? tapi isi dari artikel itu benar?

    • Hoax bisa dikatakan sebagai usaha untuk memperdaya orang-orang agar mempercayai sesuatu yang salah menjadi benar.

      Hoax dapat berupa email peringatan, nasehat palsu, berita bohong atau berita palsu yang biasanya diakhiri dengan himbauan agar menyebarkannya seluas-luasnya!

      Hoax dibuat dengan cukup meyakinkan karena kadang memang dicampur dengan fakta ataupun informasi yang benar. Tapi apakah sesuatu yang salah dapat menjadi benar, karena ada sedikit atau bahkan banyak kebenaran didalamnya, itu soal yg lain.

  3. kalaupun itu berita hoax, tapi memang betulkan orang israel pintar-pintar, dan memang kalau kepintaran dari indonesia apa yang bisa dibanggakan, tidak usah sakit hati, memang begitu kenyataannya. begitulah kebanyakan orang-orang di bangsa kita ini, tidak mau dicela, kalaupun dicela, setidaknya kita bisa memperbaiki diri.
    Kalau kita lihat orang-orang yang memimpin negeri ini dari RT sampai Presiden, apalagi DPR/DPRD berapa persenkah yang pantas untuk jadi pemimpin, 1% pun dipaksakan.
    lihat lagi sarjana-sarjana kita yang sudah lulus dari berbagai universitas, semua otak dodol, itulah kenyataannya

      • Ya iyalah indonesia ngalahin israel dsitu, klo indonesia pinter itu harusnya nguasain lebih dr 5 bahasa. Bahasa kita aja aja banyak banget dr aceh sampe papua. Faktanya orang pinter di Indonesia pasti kabur ke luar negeri dan yg tinggal disini mayoritas orang bodoh. Bukan berarti semuanya bodoh. Klopun ini hoax ya ambil segi positifnya aja. Tp klo menurut saya indentitas dr stephen patut dirahasiakan karena dy bs jadi target kemarahan negara yg dia jelek2an yaitu indonesia. Jd menurut saya ini bukan hoax. Tp ini pendapat saya saja, no offense at all. Boleh anda salah berpendapat tp hak anda berpendapat akan saya bela sampai mati. Hidup Indonesia, Merdeka!

      • Wah mas kalo mau beropini sih silakan saja, gak ada yang ngelarang. Cuma saya jadi bingung sampeyan bilang si Dr. stephen Carr Leon menjelek-jelekan Indonesia. Kapan dia melakukan itu ya? Sepanjang yang saya tahu sih si Dr. Stephen gak sampe njelek-jelekin bangsa lain. Peace ah🙂

  4. Hahahaah.. pertama baca itu artikel krn dikasih sm suami katanya biar anak pinter saya harus mulai ngerjain soal2 matematika. Dasarnya saya males banget urusan sama matematika, akhirnya daripada hrs mulai ngerjain soal lebih baik riset dulu ini penelitiannya sebenernya gimana tepatnya, ada penjelasan ilmiahnya nggak kalo ibunya melatih otak trus bayinya otaknya ikutan berkembang. Nyatanya hasil yg didapat mengecewakan, yakin 100% hoax deh. Yg jadi permasalahan (buat semua yg gagal paham ni disini) adalah bukan isinya bohong apa gak. Ga bisa bilang jg kalo ibunya ngerjain soal matematik anaknya gak bakal jd pinter. Mungkin aja bener. Tapi intinya, penelitian yg membuktikan hal itu tuh ga ada. Krn blm dibuktikan, kita blm tau bnr nggaknya. Kalo ttp mau melaksanakan ya silakan aja, ga bakal ada ruginya, mgkn ibunya jd pinter trus nanti kalo anaknya dah sekolah trus nanya2 jd bisa jawab.
    Tapi menurut saya sih hoax yg semacam ini tergolong bukan hoax utk menipu informasi, tp biasanya utk menjaring share, likes, linkback, dll. Blog yg banyaaaakkk bgt dibaca dan dishare dan di link, katanya akan lbh banyak iklannya. Dan bisa jd penghasilan. Menurut saya sih gitu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s