Oxyimoron dalam Bahasa Indonesia


OXYMORON-STICKY-300x279Oxyimoron (Dalam bahasa Yunani: ὀξύςμωρός, memiliki arti ὀξύς, oxus ‘tajam’; μωρός, mōros ‘tumpul’) adalah majas yang menempatkan dua antonim dalam suatu hubungan sintaksis. Oksimoron dapat disusun menjadi paradoks, memiliki arti yang saling berlawanan. Contoh oksimoron yang terkenal disini antara lain adalah: rahasia umum dan perang saudara.

Bahasa Indonesia sendiri mengenal Oxyimoron sebagai salah satu gaya bahasa atau majas. Gaya bahasa atau majas adalah pengungkapan perasaan atau pikiran baik secara lisan maupun tertulis dengan menggunakan pilihan-pilihan pada kata tertentu yang bertujuan memberikan kesan dan efek yang maksimal pada setiap katanya sehingga maksud yang diinginkan dapat tersampaikan dengan tepat. Gaya bahasa atau majas sendiri terbagi menjadi empat golongan, yaitu:

  1. Majas perbandingan,
  2. Majas sindiran,
  3. Majas penegasan, dan
  4. Majas pertentangan

Nah, Frase Oxyimoron sendiri termasuk dalam Majas Pertentangan. Dari perbendaharan kata, akronim ataupun singkatan kata yang ada, ternyata bangsa ini memang nampaknya menyukai penggunaan frase ini. Coba saja lihat dari mulai ‘rahasia umum’, ‘perang saudara’, ‘Organisasi Tanpa Bentuk’ dan yang terbaru ‘Teman Tapi Mesra’. Sedangkan pengaruh-pengaruh dari luar semisal, suara Kesunyian, berbincang tanpa bicara, mendengar tanpa menyimak, menggubah lagu yang tak terdengar.

Tapi dari sekian banyak frase Oxymoron yang tercipta, ternyata banyak juga cerita ataupun berita-berita yang terkesan lucu ketika frase Oxymoron terlibat didalamnya.

Masih ingat berita tentang motivator yang menyebar uang dari pesawat. kayaknya gak ada ilmu motivasi yang mengajari cara yang gampang jadi kaya tanpa keringat. Padahal peribahasa yang terkenal bilang, ‘rajin pangkal kaya’ bukan ‘cuap-cuap pangkal kaya’.

Terus berita, ‘Tiga koruptor yang memasuki memasuki Istana. Mereka bertemu dengan Menteri Koordinator Perekonomian, Menteri Keuangan, dan Jaksa Agung, atas izin Kapolri. Para koruptor itu, kata Kapolri, perlu membahas mekanisme pengembalian dana BLBI yang telah mereka kemplang. Mereka itulah para koruptor yang disebut Kapolri sebagai pihak yang melaksanakan iktikad baiknya.’ Hmmm… Masih ada ‘koruptor yang beritikad baik’ ya?

Kayaknya sih, kita masih bakal terus mendengarkan kata-kata dan berita yang menggunakan frase Oxymoron ini. Jadi pastinya kita tahu mengapa dan betapa lucunya negeri ini… Negerinya Serigala berbulu Domba…🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s