Tentang Doa


Diantara banyak ibadah, ternyata doa adalah intisari ibadah atau dikatakan sebenar-benar ibadah yang masuk dalam kategori ibadah karena dalam berdoa ada keyakinan menghadap Allah dan menolak selain Allah. Tidak ada tempat untuk memohon dan yang paling ditakuti selain Allah.

Allah telah memerintahkan pada hamba-Nya untuk selalu memohon dan berdoa kepada-Nya, seperti yang telah difirmankan pada QS. Al-Baqarah, ayat 186. Bahkan Ia akan marah pada hamba-Nya yang tidak mau berdoa dan meminta kepada-Nya. Hal ini karena tidak ada sesuatu yang lebih pantas untuk disampaikan kepada-Nya selain doa dan permohonan. Karena di dalam doa, kita mengakui adanya kefakiran, ketidakmampuan, ketidakberdayaan, rasa rendah diri, pengakuan kekuatan dan berserah diri (surrender) kita sebagai makhluk terhadap Khaliqnya.

Sementara kita telah mengetahui bahwa semua bentuk ibadah pada intinya adalah bentuk ketundukan dan rasa ketidakberdayaan di hadapan-Nya. Lalu ketika ada yang bertanya, “Saya telah berdoa tetapi doa saya tidak dikabulkan?” Maka sesungguhnya ada 3 syarat/hal yang dapat membuat doanya dapat dikabulkan atau diijabah. Pertama, doa yang dipanjatkan bukan untuk melakukan dosa. Kedua, bukan untuk memutuskan tali silaturrahim. Ketiga, tidak melakukan isti’jal -yaitu mengatakan aku telah berdoa namun tak pernah dikabulkan. Jadi dalam berdoa kita harus yakin dan pantang berputus asa atas rahmat-Nya.

Sebuah doa yang diijabah dapat bermacam-macam bentuknya, ada yang dikabulkan sesuai dengan permohonannya, atau diundur pada waktu yang lain sesuai hikmah yang terkandung didalamnya. Bisa juga diganti dengan terhindar dari suatu bahaya atau bentuk kebaikan yang lain, yang mana hal itu lebih baik daripada yang dimohonkan. Atau bisa juga dialihkan menjadi tabungan pahala/amal, ataupun sebagai penghapus dosa.

Yang dituntut dari seorang yang berdoa adalah ke-istiqomah-an serta keyakinan yang penuh bahwa doanya akan diijabah. Selain itu orang yang berdoa juga harus menjaga agar tubuhnya tidak disusupi barang yang haram, baik itu makanan, minuman ataupun pakaian karena kesemuanya itu menghalangi terkabulnya sebuah doa.

Selain itu dalam hadits riwayat Bukhari dikatakan, “Jika ada diantara kalian berdoa, maka hendaklaklah dia bersungguh-sungguh meminta dan janganlah berkata, “Ya Allah jika Engkau mau/berkehendak, maka berikanlah aku”, karena hal itu dibenci oleh-Nya”. Hadits itu memberi petunjuk bahwa seseorang yang berdoa haruslah bersungguh-sungguh dan berharap doanya agar dikabulkan. Jangan pernah berputus asa dri rahmat-Nya karena ia sedang meminta kepada Yang Maha Pemberi.

Sekali lagi diingatkan bahwa kita harus yakin pada doa kita, seperti Ibnu Ayyinah katakan, “… karena sesungguhnya Allah telah mengabulkan doa yang dimohonkan oleh makhluk-Nya yang paling jahat yaitu iblis ketika dia meminta, “Ya Tuhanku, tangguhkanlah umurku sampai hari kebangkitan nanti”. Jika pemohonan iblis saja dikabulkan, bagaimana dengan doa kita yang memohonkan kebaikan? Maka, yakinlah berdoa dan konsisten karena satu kelemahan/kelengahan manusia dibandingkan iblis adalah konsistensi.

Dalam berdoa juga kita harus mengetahui waktu dan situasi kapan biasanya suatu doa dikabulkan. Kapankah itu? Waktu sepertiga malam, diantara waktu adzan dan iqomah, ketika sujud dalam sholat, setelah doa tahiyat, pada hari Jum’at, dalam situasi terjepit, teraniaya atau genting, ketika dalam keadaan musafir dan sakit, dalam waktu Ashar, dan beberapa waktu lainnya. Penunjukkan waktu-waktu itu tidak lantas menjadikan waktu yang lain untuk diabaikan tetapi memang sebaiknya diperbanyak diwaktu-waktu tersebut. Juga hendaknya melakukan pengulangan dalam doa, Rasulullah sendiri senang mengulang-ulang permohonannya sampai tiga kali.

Orang yang berdoa hendaknya selalu mengingat bahwa minimal dari berdoa itu ia akan mendapat pahala sebagai manifestasi perintah untuk berdoa kepada Allah yang merupakan bentuk ibadah.Semoga berguna.

Wallahu’alam bis showab.

Fajar Wisesa


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s