Superman


Eh pade tau ga’ kalo Benyamin juga pernah nulis lagu pake bahasa bule, nih salah satunye udah gw siapin, judulnye Superman. Kalo pernah ada yang denger nih lagu kocak abis, cari aje di tukang CD di emperan MP3. Bahase Inggris dialek betawi….

Superman
by Benyamin

Run, run, runaway…

Do you know who am I?
I am the Superman, baby
I don’t like capcay but I like permen only
Flying to the sky , looking for layangan putus
I don’t like petai… bau sih, but I like asinan.. seger..

When I fall into comberan
My face rotten and blebotan,
But when I nyangsang di tiang jemuran
Never mind because I can glantungan

Yeah… yeah… yeah…

Do you know who am I?
I am the Superman, baby
I’m a friend of Samurai, do you know Sintaro?
Because he is my friend

Heh..run..run..run away..

When I fly to all over the world
I met Flash Gordon and Gatot Kaca
But when look down to the earth
I saw many tukang becak
Kring… kring… kriiing

Do you know who am I?
I am the Superman, baby
Now I’m going to fly
Go home to my losmen
Gang Bugis 99, peace!

Wirrii…wiriii…kuplak..kaplek

PS.
Menelaah lagu-lagu Benyamin, kita juga bisa langsung membaca keadaan pada waktu lagu-lagu itu dibawain. Hostess (istilah untuk wanita-wanita muda yang bekerja di kelab malam) menggambarkan pengalaman Benyamin ketika malang melintang di kehidupan malam Jakarta. Demikian juga steambath yang merekam praktik prostitusi terselubung yang marak di kota-kota besar pada tahun 1970-an. Begitu juga dengan Bayi Tabung adalah rekaman peristiwa yang menjadi topik sejarah saat lagu itu diluncurkan. Sementara kata taisen, yang kemudian di kalangan muda-mudi artinya menjadi pacar, berasal dari judi hwahwe yang marak di Jakarta akhir 1960-an dan awal 1970-an.

Judi itu menjanjikan 36 angka keberuntungan dengan simbol binatang pada setiap angkanya. Angka 1 (ikan bandeng), misalnya, taisen-nya angka 5 (singa), angka 30 (monyet) taisen-nya angka 23 (ikan mas koki), dan seterusnya. “Kalau adek jadi ikan mas koki, abang yang jadi taisennya… monyet dong,” kata Benyamin dalam salah satu lirik lagunya. Walaupun judul lagu Benyamin sering terkesan “sembarangan”, seperti Brang Breng Brong (yang diciptakannya bersama Bing Slamet), Cong Cong Balicong, Kompal Kampil, Petangtang Petingting, atau Abakikik Abakikuk, masyarakat yang menerima kebiasaannya itu justru bertambah luas. Kebiasaan ini terus terlihat dalam lagu yang lain, Bom Pim Pah (duetnya bersama Rita Sahara), atau duetnya bersama Euis Darliah, Ngaca, atau yang dinyanyikannya sendiri, Ngaco atau Mumpung.

Bukan hanya judul dihasilkannya seketika, lirik lagunya juga muncul spontan. Judul dan lirik lagu Begini Begitu idenya muncul begitu saja di studio rekaman. “Kalau saya kehabisan ide, biasanya saya berteriak atau ngedumel. Eh, enggak tahunya, teriak atau dumelan saya itu menjadi kata yang pas untuk lagu saya,” kata Benyamin pada suatu ketika. Selamat menikmati The Legend

Sumber: dari berbagai sumber

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s