Gula dan Garam


Garam telah digunakan lebih dari 1.000 tahun untuk mengawetkan daging dan ikan, sedangkan gula digunakan untuk mengawetkan buah-buahan. Bagaimana keduanya dapat bekerja?

Garam dan gula bekerja melalui media bakteri dengan cara osmosis, membuat bakteri dehidrasi sehingga mereka lumpuh ataupun mati. Bakteri pada air yang telah digarami mengalami dehidrasi karena lingkungannya yang asin membuat molekul air didalam sel tubuhnya -yang berbentuk membran halus dimana air dapat mudah keluar dan masuk- keluar untuk menyesuaikan tingkat konsentrasi garam di luar tubuh, atau dikenal juga dengan proses osmosis. Tubuh bakteri menciut dan akhirnya mati. Pada intinya gula juga bekerja dengan prinsip yang sama pada proses pengawetan buah-buahan.

Kalo ada yang “dimanisin” melulu apa awet ya? Terus yang “diasinin” melulu apa awet juga?

Pilih yang seger? Berarti gonta-ganti.

Mending beli tanah, gak nyusut, naik iya, gak perlu diasinin atau dimanisin, awet!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s