Wisdom @ Work


Plato, seorang filsuf terkenal Yunani kuno pernah berkata, “kenalilah dirimu”. Moto ini dapat disimpulkan dalam banyak arti, seperti, mengetahui apa yang kita inginkan, mengenali keterbatasan dan kelemahan diri kita, ataupun mengetahui bagaimana orang lain memandang diri kita. Hal diatas hanyalah beberapa interpretasi dari moto diatas. Moto tersebut juga memberikan penekanan lebih lagi pada pernyataan atau moto terkenal dari Socrates -yang notabene merupakan guru dari Plato, “Hidup yang belum teruji adalah hidup yang sia-sia”.

Gunakan faham vitalisme untuk menerangkan bagaimana sesuatu pada akhirnya akan tetap lenyap ataupun hancur. Contohnya begini, katakanlah Vas bunga antik milik ibu Anda tengah dipenuhi keputus-asaan sampai-sampai ia tidak ingin lagi berada di dunia ini, sehingga ia melompat dari meja dan hancur berkeping-keping ketika Anda lewat di depannya.

Gunakan konsep falsifiabilitas milik Propper untuk menerangkan mengapa Anda selalu mengkritisi sahabat Anda. Katakanlah Anda sedang berharap menemukan sebuah kebohongan –ataupun membuktikan kesalahan- dari pandangan negatif tentang mereka yang telah Anda lontarkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s