Nikmat Bernama Lupa


Manusia dalam bahasa Arab adalah Insan terdiri dari huruf Alif, Nun dan Sin -yang memiliki arti lain “lupa”. Maka tidak heran jika manusia adalah tempatnya salah dan lupa.

Tetapi beruntunglah kita yang memiliki sifat lupa. Kenapa?

Ada sebuah kisah, diceritakan seorang gadis cantik berumur 20 tahunan, muda dan jadi kembang di kotanya. Singkat cerita, ia menikah dengan seorang pejabat yang terkenal, walau sudah berumur menjelang senja namun ia baru melepas masa lajangnya di akhir masa kerjanya. Sang Pejabat begitu cinta pada istri dan keluarganya. Apa yang diminta Si Gadis pasti diturutinya, sehingga timbullah cinta yang besar dari Si Gadis kepada Sang Pejabat karena perhatiannya yang luar biasa, tidak hanya pada dirinya tetapi juga pada keluarga dan handai taulannya.

Tiba-tiba pada suatu ketika, Si Gadis menerima kabar buruk tentang suaminya. Suami yang baru dinikahinya belum setahun lamanya, mendadak meninggal dunia karena serangan jantung. Ia tak kuasa mendengar berita itu, ia tidak percaya bahwa suami yang mulai dicintainya telah pergi untuk selama-lamanya.

Pada hari pemakaman Sang Suami, Si Gadis jatuh pingsan tak sadarkan diri untuk beberapa kali. Esoknya ketika terbangun dari tidurnya, dilihatnya ranjang yang kosong karena Sang Suami telah tiada dan iapun jatuh pingsan kembali. Begitu juga dengan hari ketiga, keempat, kelima…

Pada hari keenam, Si Gadis mulai dapat menguasai dirinya, kali ini ia hanya menangis saja. Kemudian esoknya, ia menangis lagi. Esoknya lagi demikian, demikian lagi.

Pada hari ke-20 Si Gadis sudah mulai tenang, rona wajahnya sudah mulai bersinar lagi lepas dari mendung yang selalu menggelayut 19 hari lamanya.

Pada Bulan kedua, Si Gadis mulai bisa mengembangkan senyumnya, tawanya mulai lepas, wajahnya yang cantik tampak berseri-seri. Ia mulai dapat berbincang-bincang walaupun itu terbatas pada kerabatnya yang dekat.

Pada Bulan ketiga, sudah banyak pejabat, pegawai negeri, pengusaha, pemuka agama, pedagang bahkan pengangguran -baik yang duda maupun yang masih perjaka, mulai menyatakan minatnya untuk menjadi pendamping, suami baru untuk Si Gadis.

Akhirnya pada bulan keempat, Si Gadis menerima pinangan dari seorang Pemuda, Pengusaha Muda dan masih perjaka… Untuk menjadi suaminya.

Kata Si Gadis pada Si Pemuda saat menerima lamarannya,”Alhamdulillah mas. Allah memang sungguh adil. Ia memisahkanku dari orang yang paling mencintaiku, dan menggantikannya dengan pemuda yang bagus rupanya lagi baik budinya dan halus lakunya seperti kamu…”

Sesungguhnya ia tidak sadar, bahwa Allah telah memberinya karunia yang teramat besar baginya yang bernama “lupa”.

Jika saja kita tidak diberi sifat lupa, maka akan banyak orang yang bila tertawa, ia akan tertawa terus karena tidak bisa melupakan hal-hal yang membuatnya tertawa. Ada orang yang akan terus menangis, menangis sejadi-jadinya karena ia tidak dapat melupakan hal-hal yang membuat ia bersedih. Akan ada orang terus tertidur karena ia tidak bisa lupa betapa nikmatnya tidur. Dan ada orang yang mati kekenyangan karena tidak bisa lupa bagaimana nikmatnya makan.

Kita dapat pulih dari rasa luka karena kita lupa. Kita dapat tertawa karena lupa. Begitu juga kita dapat bersedih karena lupa… Lupa bahwa yang bersedih tidak hanya kita, lupa bahwa ada orang-orang yang lebih berhak bersedih daripada kita.

Lupakan sedih mulailah gembira. Lupakan yang lalu, ganti dengan hal-hal baru yang membuat hidup jadi lebih semangat dan optimis.

Tapi jangan sering beralasan lupa ketika janji harus ditepati. Salam.

2 pemikiran pada “Nikmat Bernama Lupa

  1. Manatapssss bro…. Inilah satu bukti lagi bahwa Tuhan menjadikan semua itu indah dan baik adanya, bahkan untuk sesuatu yang sering kita maknai sebagai suatu kelemahan sekalipun.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s